Tampilkan postingan dengan label Bebas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bebas. Tampilkan semua postingan

Renungan Bagi Para Istri

Lihatlah, Dialah Suamimu!

Wahai para istri, pernahkah kau perhatikan lebih jauh tentang sosok perkasa yang ada dirumahmu, yang menjadi separuh nyawamu itu, dan yang menjadi teman seumur hidup bagimu untuk menghabiskan hari?

Lihatlah dia dalam tidurnya...
Tidur nyenyaknya seakan menggambarkan betapa seharian ini beliau begitu lelah guna mencukupi nafkah untukmu. Dia menyingsingkan lengannya dan mengusap keringatnya, demi dirimu untuk sebuah tercukupi. Katup sayu matanya mungkin tengah menahan derasnya air mata dalam tidur, karena jebolnya bendungan hati yang kian tergerus setumpuk masalah hidup. Tapi semua masih tertahan, karena tidak akan tega membiarkan kau dan keluargamu terlunta.

Lihatlah kaki kuat itu...
Dia yang menopang tubuh renta suamimu, yang menjadi penopang ketika harus menyusuri dunia untuk sebuah kebahagiaanmu, wahai wanita. Bahkan seperti yang di sabdakan Nabi Muhammad salallahu alaihi wassalam, jikapun memang sesama manusia boleh bersujud, maka di kaki itu, kau harus meletakkan sujudmu dan memasrahkan tanganmu kepadanya.

Lihatlah gurat garis wajahnya...
Kulitnya yang legam dan kasar itu menandakan beratnya perjuangannya. Seakan disana terukir sebuah perjuangan yang begitu melelahkan namun menenangkan seluruh anggota keluargamu. Dengan tanpa keluh walaupun sesekali bimbang dalam melintasi, namun tetep menyediakan pundak yang kuat, dan dada yang lapang demi kau bersandar. Lihatlah gurat wajah lelah itu, yang seakan semakin rapuh dari hari ke hari namun tetap teguh demi sebuah yang bernama tanggung jawab.

LIhatlah para istri yang sholihah, dialah suamimu!!

Lihatlah tangannya...
Rasakan tangan berkulit kasar itu yang semakin hari semakin terasa kasar. Tangan itulah yang telah menyelamatkanmu menuju sebuah kehormatan dan menggandengmu pada sebuah perlindungan. Tangan inilah yang terkait dengan hati mereka dimana mereka seumur hidup menghabiskan hari harinya untuk memenuhi kebutuhan dan kesenanganmu.

Lihatlah mata mereka
Pandangan teduh itulah yang mendamaikanmu. Mengajakmu dengan lindungan dalam kekuatan mereka. Berharap kedamaian menyelimutimu, menghapus sedihmu dan kembali membawa senyum untukmu, wahai para istri. Pandangan teduh itu yang mengoyak arogansi dan kekuatan mereka demi sebah mencintai makhluk sepertimu. Pandangan teduh yang juga begitu lelah.
Wahai para istri, betapa banyak suami yang tidak dapat memejamkan mata mereka karena beratnya pikiran dan tanggung jawab mereka saat ini. Subhanallah, maka bahagiakan dan alihkan sedikit beban mereka dengan sebuah kesenangan dan kesyukuran karena kehadiranmu. Bahagiakan mereka dengan meminimalisir keluhanmu atas mereka, dan menghadirkan senyum hari- hari mereka.

Lihatlah ketulusan hati mereka...
Seorang lelaki yang dengan penuh pengayoman tulus dan pengabdian penuh, telah menghabiskan jatah umur mereka demi memegang kendali kapal rumah tanggamu. Mereka tak mengharapkan balas kecuali kesetiaanmu. Mereka tak mengharapkan puji kecuali kepandaianmu menjaga anak- anak mereka. Mereka tak mengharapkan pamrih kecuali dengan kebahagiaan karena terjaganya bidadari yang ada dirumahnya, yaitu dirimu sendiri. Dialah pemimpin yang sholeh dan bertanggungjawab itu, dialah suamimu, wahai para istri.

Sungguh para wanita, ridho suamimu adalah kunci surga dunia bagi dirimu dan surga akherat untuk kau dan keluargamu. Maka hargailah beliau, lebih dari dirimu sendiri. Maka dahulukan pertimbangan mereka diatas ego dan kemauanmu. Maka rendahkan suaramu, walaupun mungkin dalam amarahnya yang sempat memuncak. Tak apalah jika mengalahmu bisa menjadi sedikit balasan bagi kelegaan hati mereka. Allah akan tersenyum kepadamu, Allah akan ridho kepadamu, surgapun akan merindukanmu atas semua kebesaran hati dan keluasan jiwamu. Maka jangan kau teruskan kemanjaanmu dengan tetap terus menuntut tentang apa yang mereka bisa bagikan dengan lebih untuk dirimu, namun tanyakan kepada batinmu sendiri, sudah sejauh mana kau telah menjadi berkah dalam kehidupan beliau, suamimu sendiri. Dan...sudahkah hari ini kau mengucapkan kata terimakasih untuknya, seraya mencium tangannya yang mulia?
Lihatlah, Dialah Suamimu!

Wahai para istri, pernahkah kau perhatikan lebih jauh tentang sosok perkasa yang ada dirumahmu, yang menjadi separuh nyawamu itu, dan yang menjadi teman seumur hidup bagimu untuk menghabiskan hari?

Lihatlah dia dalam tidurnya...
Tidur nyenyaknya seakan menggambarkan betapa seharian ini beliau begitu lelah guna mencukupi nafkah untukmu. Dia menyingsingkan lengannya dan mengusap keringatnya, demi dirimu untuk sebuah tercukupi. Katup sayu matanya mungkin tengah menahan derasnya air mata dalam tidur, karena jebolnya bendungan hati yang kian tergerus setumpuk masalah hidup. Tapi semua masih tertahan, karena tidak akan tega membiarkan kau dan keluargamu terlunta.

Lihatlah kaki kuat itu...
Dia yang menopang tubuh renta suamimu, yang menjadi penopang ketika harus menyusuri dunia untuk sebuah kebahagiaanmu, wahai wanita. Bahkan seperti yang di sabdakan Nabi Muhammad salallahu alaihi wassalam, jikapun memang sesama manusia boleh bersujud, maka di kaki itu, kau harus meletakkan sujudmu dan memasrahkan tanganmu kepadanya.

Lihatlah gurat garis wajahnya...
Kulitnya yang legam dan kasar itu menandakan beratnya perjuangannya. Seakan disana terukir sebuah perjuangan yang begitu melelahkan namun menenangkan seluruh anggota keluargamu. Dengan tanpa keluh walaupun sesekali bimbang dalam melintasi, namun tetep menyediakan pundak yang kuat, dan dada yang lapang demi kau bersandar. Lihatlah gurat wajah lelah itu, yang seakan semakin rapuh dari hari ke hari namun tetap teguh demi sebuah yang bernama tanggung jawab.

LIhatlah para istri yang sholihah, dialah suamimu!!

Lihatlah tangannya...
Rasakan tangan berkulit kasar itu yang semakin hari semakin terasa kasar. Tangan itulah yang telah menyelamatkanmu menuju sebuah kehormatan dan menggandengmu pada sebuah perlindungan. Tangan inilah yang terkait dengan hati mereka dimana mereka seumur hidup menghabiskan hari harinya untuk memenuhi kebutuhan dan kesenanganmu.

Lihatlah mata mereka
Pandangan teduh itulah yang mendamaikanmu. Mengajakmu dengan lindungan dalam kekuatan mereka. Berharap kedamaian menyelimutimu, menghapus sedihmu dan kembali membawa senyum untukmu, wahai para istri. Pandangan teduh itu yang mengoyak arogansi dan kekuatan mereka demi sebah mencintai makhluk sepertimu. Pandangan teduh yang juga begitu lelah.
Wahai para istri, betapa banyak suami yang tidak dapat memejamkan mata mereka karena beratnya pikiran dan tanggung jawab mereka saat ini. Subhanallah, maka bahagiakan dan alihkan sedikit beban mereka dengan sebuah kesenangan dan kesyukuran karena kehadiranmu. Bahagiakan mereka dengan meminimalisir keluhanmu atas mereka, dan menghadirkan senyum hari- hari mereka.

Lihatlah ketulusan hati mereka...
Seorang lelaki yang dengan penuh pengayoman tulus dan pengabdian penuh, telah menghabiskan jatah umur mereka demi memegang kendali kapal rumah tanggamu. Mereka tak mengharapkan balas kecuali kesetiaanmu. Mereka tak mengharapkan puji kecuali kepandaianmu menjaga anak- anak mereka. Mereka tak mengharapkan pamrih kecuali dengan kebahagiaan karena terjaganya bidadari yang ada dirumahnya, yaitu dirimu sendiri. Dialah pemimpin yang sholeh dan bertanggungjawab itu, dialah suamimu, wahai para istri.

Sungguh para wanita, ridho suamimu adalah kunci surga dunia bagi dirimu dan surga akherat untuk kau dan keluargamu. Maka hargailah beliau, lebih dari dirimu sendiri. Maka dahulukan pertimbangan mereka diatas ego dan kemauanmu. Maka rendahkan suaramu, walaupun mungkin dalam amarahnya yang sempat memuncak. Tak apalah jika mengalahmu bisa menjadi sedikit balasan bagi kelegaan hati mereka. Allah akan tersenyum kepadamu, Allah akan ridho kepadamu, surgapun akan merindukanmu atas semua kebesaran hati dan keluasan jiwamu. Maka jangan kau teruskan kemanjaanmu dengan tetap terus menuntut tentang apa yang mereka bisa bagikan dengan lebih untuk dirimu, namun tanyakan kepada batinmu sendiri, sudah sejauh mana kau telah menjadi berkah dalam kehidupan beliau, suamimu sendiri. Dan...sudahkah hari ini kau mengucapkan kata terimakasih untuknya, seraya mencium tangannya yang mulia?

Menikah Dijalan Dakwah


Pernikahan, sungguh bukan hal yang sederhana dan mudah. Sesederhana mendapatkan teman berbagi cerita, mendapatkan orang yang siap menanggung/melayani kita, memberi nafkah, maupun melahirkan anak, atau semudah membangun rumah dan mengisinya dengan berbagai perabot rumah tangga, belanja untuk menunjang kebutuhan hidup, mengatur pemasukan dan pengeluaran keuangan maupun rutinitas harian belaka.
Bukan, bukan itu. Sungguh, jauh lebih dari itu, terutama bagi seorang pejuang dakwah. Ia membawa visi dan misi yang jauh melampaui usianya, zamannya, dunianya. Menikah adalah menggenapkan separuh DiinuLlah, membangun dan melalui sebuah gerbang yang kan mengubah kehidupannya. Ia menikah karena hendak membangun peradaban Islam – menegakkan syahadat di bumi Allah. Ia menikah dengan menyusun satu demi satu pondasi idealisme. Dari “idealisme saya” menjadi “idealisme kita” yang melahirkan sumbangsih bagi dakwah, karya-karya nyata bagi ummat.
Akan tetapi, hei! Alangkah tidak sesederhana mengatakannya. Di saat idealisme melambung tinggi menuju tempat-tempat terjauh yang dapat dijangkau oleh dakwah, tetapi pondasi “idealisme kita” belum kuat, apakah yang akan terjadi? Friksi-friksi itu tak dapat terhindar! Saudaraku, mengertilah, kita tak bisa sembarang menghakimi “Setelah menikah kok fulan/fulanah hilang dari peredaran ya?”, “Kok bisa-bisanya ia meninggalkan amanah yang ada?”, “Dia kok lebih mementingkan urusan pribadi (keluarga)nya sih?” dan cibiran-cibiran serupa lainnya yang naudzubillah secara tidak sadar malah mengecilkan makna ikatan suci pernikahan yang melahirkan sebuah amanah baru yang lebih mendalam perkaranya, yang mungkin pernah kau bayangkan mengenainya namun tak dapat kau jiwai sebelum kau mengalaminya.
Mengertilah saudaraku,bahwa di dalam diri seorang mujahid-mujahidah yang ber’azzam untuk dakwahnya, sesungguhnya bara idealisme itu tak pernah mati atau meredup. Ia hanya sedang bertransformasi dengan wujud yang tak pernah terbayangkan olehmu yang belum mengalaminya. Ia – mereka – sedang mengasah pijakannya agar menjadi batu loncatan yang meledakkan momentum luar biasa menuju perubahan yang adidaya bagi dakwah dengan senantiasa mengharap ridho Allah SWT. Sungguh saudaraku, ada kekhawatiran dalam diri mereka.
“Katakanlah: “jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (QS At-Taubah: 24)
Pun senantiasa mereka camkan,
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS At-Tahrim: 6)
 Mengertilah saudaraku, bahwa jauh di dalam diri mereka, terjadi pergulatan paradigma, ego, emosi, rasa, harapan, realita, prioritas, idealisme, keyakinan, dan semua itu sedang mereka perjuangkan dalam ikhtiar mereka dengan tetap menjunjung dakwah di mana pun, di atas bumi yang sedang mereka pijak. Doa-doa, sujud-sujud panjang mereka untuk seluruh saudara-saudara seperjuangan di manapun, serta keyakinan dan tawakal yang tak habis-habisnya bahwa Allah masih menjaga mereka di dalam barisan-barisan para mujahid yang senantiasa berjuang mengibarkan panji-panji Islam. Bahwa Allah memberkahi pernikahan mereka.
Apakah pernah kau bertanya terhadap dirimu sendiri, “Apa yang bisa saya bantu bagi saudara/saudari saya ini agar ia tetap dapat berkontribusi bagi dakwah di dalam barisan ini?” ataukah kau memilih berpikir, “Saya mengerti, dunianya sekarang memang sudah berbeda, biarkanlah ia menjalani hidup barunya, kita tak perlu mengharap lebih darinya.” atau yang lebih ekstrem, “Ya, dia sekarang sudah berbeda, lebih baik tak perlu lagi dilibatkan.” Apakah kau puas dengan hanya dapat “mengerti” kondisinya sekarang tanpa berusaha merangkulnya kembali?
Apakah kau membayangkan betapa rindu mereka berada di dalam satu barisan dengan orang-orang shalih yang senantiasa mengingatkan mereka akan lezatnya berukhuwah,nikmat saling mengingatkan dalam kebaikan dan kebenaran serta saling menanggung peluh dan air mata saudara-saudara seperjuangan dalam menyerukan Islam?
Satu hal yang perlu kau ingat, mereka adalah manusia. Ada saatnya mereka merasa tak berdaya untuk menopang diri dari beratnya perjanjian yang hanya tersebut tiga kali dalam Al-Qur’an ini. Terkadang, mereka ingin sekali menangis, mengadu, tetapi kepada siapa? Dan untuk apa? Ini adalah harga dari pilihan yang secara kesatria telah mereka putuskan. Inilah ujian dari Allah yang memang harus mereka jalani saat ini. Mereka sedang bertahan dalam perjanjian kepada Sang Rabb. Mereka tak pernah berniat untuk mengumbar pahit yang sedang mereka rasakan untuk menarik simpati maupun mencari-cari pembenaran untuk membuat posisi mereka nyaman apalagi untuk sekedar membela diri dari cibiran maupun pujian yang beredar di sekeliling mereka karena mereka yakin bahwa mereka harus tetap teguh dalam menghadapinya. Ini adalah bagian yang juga harus mereka lalui untuk dapat naik ke derajat yang lebih mulia. RadhiAllahu ‘anhum wa radhu anh.
“Ya ALLAH, jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah aku lantaran ketidaktahuan mereka”, (Abu Bakar RA)
Maka dari itu saudaraku, jika ada di antara kita, saudara-saudari kita yang telah menggenapkan separuh Diinnya, kuatkanlah mereka dengan berhusnuzhon terhadap mereka, bayangkanlah wajah mereka dalam doa-doa kita, tetaplah menyemangati mereka dalam menghidupkan bara-bara perjuangan menuju kemenangan hakiki di dalam hati mereka. Karena sungguh, amat berharga satu tatapan penuh cinta karenaNya, seulas senyum, maupun sekedar ajakan untuk berkumpul bersama dalam barisan ini kembali meskipun saat itu mereka tengah menunaikan amanah mereka di tempat lain.
 

Pernikahan, sungguh bukan hal yang sederhana dan mudah. Sesederhana mendapatkan teman berbagi cerita, mendapatkan orang yang siap menanggung/melayani kita, memberi nafkah, maupun melahirkan anak, atau semudah membangun rumah dan mengisinya dengan berbagai perabot rumah tangga, belanja untuk menunjang kebutuhan hidup, mengatur pemasukan dan pengeluaran keuangan maupun rutinitas harian belaka.
Bukan, bukan itu. Sungguh, jauh lebih dari itu, terutama bagi seorang pejuang dakwah. Ia membawa visi dan misi yang jauh melampaui usianya, zamannya, dunianya. Menikah adalah menggenapkan separuh DiinuLlah, membangun dan melalui sebuah gerbang yang kan mengubah kehidupannya. Ia menikah karena hendak membangun peradaban Islam – menegakkan syahadat di bumi Allah. Ia menikah dengan menyusun satu demi satu pondasi idealisme. Dari “idealisme saya” menjadi “idealisme kita” yang melahirkan sumbangsih bagi dakwah, karya-karya nyata bagi ummat.
Akan tetapi, hei! Alangkah tidak sesederhana mengatakannya. Di saat idealisme melambung tinggi menuju tempat-tempat terjauh yang dapat dijangkau oleh dakwah, tetapi pondasi “idealisme kita” belum kuat, apakah yang akan terjadi? Friksi-friksi itu tak dapat terhindar! Saudaraku, mengertilah, kita tak bisa sembarang menghakimi “Setelah menikah kok fulan/fulanah hilang dari peredaran ya?”, “Kok bisa-bisanya ia meninggalkan amanah yang ada?”, “Dia kok lebih mementingkan urusan pribadi (keluarga)nya sih?” dan cibiran-cibiran serupa lainnya yang naudzubillah secara tidak sadar malah mengecilkan makna ikatan suci pernikahan yang melahirkan sebuah amanah baru yang lebih mendalam perkaranya, yang mungkin pernah kau bayangkan mengenainya namun tak dapat kau jiwai sebelum kau mengalaminya.
Mengertilah saudaraku,bahwa di dalam diri seorang mujahid-mujahidah yang ber’azzam untuk dakwahnya, sesungguhnya bara idealisme itu tak pernah mati atau meredup. Ia hanya sedang bertransformasi dengan wujud yang tak pernah terbayangkan olehmu yang belum mengalaminya. Ia – mereka – sedang mengasah pijakannya agar menjadi batu loncatan yang meledakkan momentum luar biasa menuju perubahan yang adidaya bagi dakwah dengan senantiasa mengharap ridho Allah SWT. Sungguh saudaraku, ada kekhawatiran dalam diri mereka.
“Katakanlah: “jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (QS At-Taubah: 24)
Pun senantiasa mereka camkan,
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS At-Tahrim: 6)
 Mengertilah saudaraku, bahwa jauh di dalam diri mereka, terjadi pergulatan paradigma, ego, emosi, rasa, harapan, realita, prioritas, idealisme, keyakinan, dan semua itu sedang mereka perjuangkan dalam ikhtiar mereka dengan tetap menjunjung dakwah di mana pun, di atas bumi yang sedang mereka pijak. Doa-doa, sujud-sujud panjang mereka untuk seluruh saudara-saudara seperjuangan di manapun, serta keyakinan dan tawakal yang tak habis-habisnya bahwa Allah masih menjaga mereka di dalam barisan-barisan para mujahid yang senantiasa berjuang mengibarkan panji-panji Islam. Bahwa Allah memberkahi pernikahan mereka.
Apakah pernah kau bertanya terhadap dirimu sendiri, “Apa yang bisa saya bantu bagi saudara/saudari saya ini agar ia tetap dapat berkontribusi bagi dakwah di dalam barisan ini?” ataukah kau memilih berpikir, “Saya mengerti, dunianya sekarang memang sudah berbeda, biarkanlah ia menjalani hidup barunya, kita tak perlu mengharap lebih darinya.” atau yang lebih ekstrem, “Ya, dia sekarang sudah berbeda, lebih baik tak perlu lagi dilibatkan.” Apakah kau puas dengan hanya dapat “mengerti” kondisinya sekarang tanpa berusaha merangkulnya kembali?
Apakah kau membayangkan betapa rindu mereka berada di dalam satu barisan dengan orang-orang shalih yang senantiasa mengingatkan mereka akan lezatnya berukhuwah,nikmat saling mengingatkan dalam kebaikan dan kebenaran serta saling menanggung peluh dan air mata saudara-saudara seperjuangan dalam menyerukan Islam?
Satu hal yang perlu kau ingat, mereka adalah manusia. Ada saatnya mereka merasa tak berdaya untuk menopang diri dari beratnya perjanjian yang hanya tersebut tiga kali dalam Al-Qur’an ini. Terkadang, mereka ingin sekali menangis, mengadu, tetapi kepada siapa? Dan untuk apa? Ini adalah harga dari pilihan yang secara kesatria telah mereka putuskan. Inilah ujian dari Allah yang memang harus mereka jalani saat ini. Mereka sedang bertahan dalam perjanjian kepada Sang Rabb. Mereka tak pernah berniat untuk mengumbar pahit yang sedang mereka rasakan untuk menarik simpati maupun mencari-cari pembenaran untuk membuat posisi mereka nyaman apalagi untuk sekedar membela diri dari cibiran maupun pujian yang beredar di sekeliling mereka karena mereka yakin bahwa mereka harus tetap teguh dalam menghadapinya. Ini adalah bagian yang juga harus mereka lalui untuk dapat naik ke derajat yang lebih mulia. RadhiAllahu ‘anhum wa radhu anh.
“Ya ALLAH, jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah aku lantaran ketidaktahuan mereka”, (Abu Bakar RA)
Maka dari itu saudaraku, jika ada di antara kita, saudara-saudari kita yang telah menggenapkan separuh Diinnya, kuatkanlah mereka dengan berhusnuzhon terhadap mereka, bayangkanlah wajah mereka dalam doa-doa kita, tetaplah menyemangati mereka dalam menghidupkan bara-bara perjuangan menuju kemenangan hakiki di dalam hati mereka. Karena sungguh, amat berharga satu tatapan penuh cinta karenaNya, seulas senyum, maupun sekedar ajakan untuk berkumpul bersama dalam barisan ini kembali meskipun saat itu mereka tengah menunaikan amanah mereka di tempat lain.
 

25 Keuntungan Berhenti Merokok

Jika selama ini ancaman kesehatan dan kerugian akibat merokok tidak mempan membuat seseorang berhenti merokok, bagaimana jika membeberkan semua keuntungan yang bisa didapatkan jika tidak merokok?
Berikut ini adalah 25 keuntungan jika Anda tidak menghisap rokok. Seperti dikutip dari Health, peneliti dari Peninsula Medical School, Inggris menyebutkan banyak keuntungan yang akan didapatkan seandainya tidak merokok:
  1. Anda bisa menghemat, tidak perlu mengeluarkan uang lebih untuk membeli rokok dan bisa membeli barang-barang lain yang diinginkan.
  2. Anda akan menghirup lebih sedikit bakteri menghisap rokok sama dengan menghirup bakteri yang bisa membuat sakit.
  3. Anda bisa lebih pintar karena terhindar dari kecanduan zat kimia rokok yang bisa merusak otak.
  4. Anda akan memiliki gaya bercinta dan kemampuan seksual yang lebih baik karena aliran darah dan sirkulasinya yang lebih baik dan bersih.
  5. Anda akan tidur lebih nyenyak dan lebih baik karena nikotin adalah zat yang bisa mengganggu produksi hormon tidur.
  6. Anda bisa punya tulang yang lebih sehat dan kuat karena kepadatan mineral tulang tidak akan tercuri dan berkurang akibat rokok.
  7. Anda akan terhindar dari penyakit psoriaris karena studi terkini menyebutkan ada hubungannya antara perokok dengan penyakit kulit psoriaris.
  8. Anda akan merasa lebih hangat dan tidak kedinginan karena sirkulasi darah akan berjalan dengan lancar dan menghangatkan tubuh.
  9. Anda yang memiliki penyakit AIDS tidak akan mengalami proses kemunduran daya tahan tubuh yang lebih cepat.
    Anda akan terhindar dari semua penyakit kronis yang disebabkan rokok, terutama penyakit jantung yang punya risiko 4 kali lipat.
  10. Anda bisa terhindar dari meninggal dunia karena tumor otak karena asap rokok yang masuk ke paru-paru bisa menyebar cepat ke dalam pembuluh darah di otak.
  11. Anda bisa memiliki gigi yang lebih bersih dan sehat karena zat kimia dalam rokok tidak masuk lagi ke mulut dan tidak akan merusak gigi.
  12. Anda akan memiliki keriput yang lebih sedikit karena rokok bisa merusak jaringan dan elastisitas kulit setelah 10 tahun.
  13. Anda akan memiliki indera penciuman yang lebih baik dan mengonsumsi makanan dengan lebih nikmat.
  14. Anda bisa punya rambut yang lebih kuat dan tidak akan cepat mengalami kebotakan.
  15. Anda akan menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat dan produktif karena jarang sakit.
  16. Anda akan terhindar dari stres karena tekanan keluarga dan orang-orang yang ingin Anda berhenti merokok.
  17. Anda terhindar dari batuk dan bronkitis yang mengganggu.
  18. Anda akan menyelamatkan bayi dan anak-anak yang tidak berdosa dari gangguan asap rokok.
  19. Anda akan memiliki sperma yang lebih banyak dan sehat karena risiko sperma cacat akibat bahan kimia rokok akan berkurang.
  20. Anda akan lebih dicintai pasangan, menjadi pencium yang baik dan kemungkinan dicampakkan berkurang karena kebanyakan wanita tidak suka bau asap rokok.
  21. Anda akan menjadi contoh dan figur yang baik untuk teman yang ingin berhenti merokok.
  22.  Anda bisa bernafas lebih panjang karena karbonmonoksida dari rokok tidak akan masuk ke dalam darah dan membatasi jumlah oksigen untuk bernafas.
  23. Anda bisa punya kemungkinan untuk hamil lebih besar karena terhindar dari kanker ovarium atau rusaknya sel-sel telur dan fungsi reproduktif wanita.
  24. Anda punya risiko melahirkan anak cacat yang lebih rendah karena zat kimia dalam rokok bisa menyebabkan mutasi gen yang diturunkan pada anak.
  25. Anda akan memiliki umur yang lebih panjang karena setiap satu batang rokok yang dihisap bisa mengurangi 11 menit kesempatan hidup.
Dan tentunya masih banyak lagi keuntungan dari tidak merokok. Terlebih lagi, dari sudut pandang agama Islam, merokok adalah perbuatan yang sia-sia. Kebanyakan ulama telah memvonis bahwa merokok hukumnya haram.
Jika selama ini ancaman kesehatan dan kerugian akibat merokok tidak mempan membuat seseorang berhenti merokok, bagaimana jika membeberkan semua keuntungan yang bisa didapatkan jika tidak merokok?
Berikut ini adalah 25 keuntungan jika Anda tidak menghisap rokok. Seperti dikutip dari Health, peneliti dari Peninsula Medical School, Inggris menyebutkan banyak keuntungan yang akan didapatkan seandainya tidak merokok:
  1. Anda bisa menghemat, tidak perlu mengeluarkan uang lebih untuk membeli rokok dan bisa membeli barang-barang lain yang diinginkan.
  2. Anda akan menghirup lebih sedikit bakteri menghisap rokok sama dengan menghirup bakteri yang bisa membuat sakit.
  3. Anda bisa lebih pintar karena terhindar dari kecanduan zat kimia rokok yang bisa merusak otak.
  4. Anda akan memiliki gaya bercinta dan kemampuan seksual yang lebih baik karena aliran darah dan sirkulasinya yang lebih baik dan bersih.
  5. Anda akan tidur lebih nyenyak dan lebih baik karena nikotin adalah zat yang bisa mengganggu produksi hormon tidur.
  6. Anda bisa punya tulang yang lebih sehat dan kuat karena kepadatan mineral tulang tidak akan tercuri dan berkurang akibat rokok.
  7. Anda akan terhindar dari penyakit psoriaris karena studi terkini menyebutkan ada hubungannya antara perokok dengan penyakit kulit psoriaris.
  8. Anda akan merasa lebih hangat dan tidak kedinginan karena sirkulasi darah akan berjalan dengan lancar dan menghangatkan tubuh.
  9. Anda yang memiliki penyakit AIDS tidak akan mengalami proses kemunduran daya tahan tubuh yang lebih cepat.
    Anda akan terhindar dari semua penyakit kronis yang disebabkan rokok, terutama penyakit jantung yang punya risiko 4 kali lipat.
  10. Anda bisa terhindar dari meninggal dunia karena tumor otak karena asap rokok yang masuk ke paru-paru bisa menyebar cepat ke dalam pembuluh darah di otak.
  11. Anda bisa memiliki gigi yang lebih bersih dan sehat karena zat kimia dalam rokok tidak masuk lagi ke mulut dan tidak akan merusak gigi.
  12. Anda akan memiliki keriput yang lebih sedikit karena rokok bisa merusak jaringan dan elastisitas kulit setelah 10 tahun.
  13. Anda akan memiliki indera penciuman yang lebih baik dan mengonsumsi makanan dengan lebih nikmat.
  14. Anda bisa punya rambut yang lebih kuat dan tidak akan cepat mengalami kebotakan.
  15. Anda akan menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat dan produktif karena jarang sakit.
  16. Anda akan terhindar dari stres karena tekanan keluarga dan orang-orang yang ingin Anda berhenti merokok.
  17. Anda terhindar dari batuk dan bronkitis yang mengganggu.
  18. Anda akan menyelamatkan bayi dan anak-anak yang tidak berdosa dari gangguan asap rokok.
  19. Anda akan memiliki sperma yang lebih banyak dan sehat karena risiko sperma cacat akibat bahan kimia rokok akan berkurang.
  20. Anda akan lebih dicintai pasangan, menjadi pencium yang baik dan kemungkinan dicampakkan berkurang karena kebanyakan wanita tidak suka bau asap rokok.
  21. Anda akan menjadi contoh dan figur yang baik untuk teman yang ingin berhenti merokok.
  22.  Anda bisa bernafas lebih panjang karena karbonmonoksida dari rokok tidak akan masuk ke dalam darah dan membatasi jumlah oksigen untuk bernafas.
  23. Anda bisa punya kemungkinan untuk hamil lebih besar karena terhindar dari kanker ovarium atau rusaknya sel-sel telur dan fungsi reproduktif wanita.
  24. Anda punya risiko melahirkan anak cacat yang lebih rendah karena zat kimia dalam rokok bisa menyebabkan mutasi gen yang diturunkan pada anak.
  25. Anda akan memiliki umur yang lebih panjang karena setiap satu batang rokok yang dihisap bisa mengurangi 11 menit kesempatan hidup.
Dan tentunya masih banyak lagi keuntungan dari tidak merokok. Terlebih lagi, dari sudut pandang agama Islam, merokok adalah perbuatan yang sia-sia. Kebanyakan ulama telah memvonis bahwa merokok hukumnya haram.

Apple Sudah Menyiapkan Generasi Apple iPhone 5?

iPhone, siapa tak mengenal gadget canggih dari Apple ini. Dengan desain menawan dan kemampuan memukau, tak salah sepertinya jika banyak orang mengidamkan hape yang satu ini. Dan harus diakui, produk dari Apple seperti telah memiliki ‘kelas’ tersendiri.
Meski iPhone 4 saat ini telah menuai sukses, Apple sepertinya belum mau puas begitu saja. Banyak desas-desus yang mengabarkan bahwa saat ini Apple tengah menyiapkan generasi terbaru iPhone. Meski belum ada pernyataan atau gelagat resmi dari Apple, tapi iPhone 5 sepertinya tinggal menunggu waktu.
Masih dari isu, Worldwide Developers Conference (WWDC) yang akan diselenggarakan Apple pada bulan juni mendatang disinyalir akan menjadi ajang perdana pengenalan iPhone 5. Namun dari sumber lain menyatakan bahwa WWDC yang akan datang tidak akan ada pengenalan iPhone 5. Ini dikarenakan iPhone 5 telah dijadwalkan keluar pada September nanti.
iPhone 5 sendiri digosipkan akan dikemas dengan casing logam yang kokoh dan memiliki layar lebih lebar dari pendahulunya. Chipset yang digunakan pun A5 dual core dan tak lupa kamera 8MP.
Lalu kapan Apple akan memberikan pernyataan resmi mengenai spesifikasi iPhone 5 serta tanggal releasenya?
Kita tunggu saja.
iPhone, siapa tak mengenal gadget canggih dari Apple ini. Dengan desain menawan dan kemampuan memukau, tak salah sepertinya jika banyak orang mengidamkan hape yang satu ini. Dan harus diakui, produk dari Apple seperti telah memiliki ‘kelas’ tersendiri.
Meski iPhone 4 saat ini telah menuai sukses, Apple sepertinya belum mau puas begitu saja. Banyak desas-desus yang mengabarkan bahwa saat ini Apple tengah menyiapkan generasi terbaru iPhone. Meski belum ada pernyataan atau gelagat resmi dari Apple, tapi iPhone 5 sepertinya tinggal menunggu waktu.
Masih dari isu, Worldwide Developers Conference (WWDC) yang akan diselenggarakan Apple pada bulan juni mendatang disinyalir akan menjadi ajang perdana pengenalan iPhone 5. Namun dari sumber lain menyatakan bahwa WWDC yang akan datang tidak akan ada pengenalan iPhone 5. Ini dikarenakan iPhone 5 telah dijadwalkan keluar pada September nanti.
iPhone 5 sendiri digosipkan akan dikemas dengan casing logam yang kokoh dan memiliki layar lebih lebar dari pendahulunya. Chipset yang digunakan pun A5 dual core dan tak lupa kamera 8MP.
Lalu kapan Apple akan memberikan pernyataan resmi mengenai spesifikasi iPhone 5 serta tanggal releasenya?
Kita tunggu saja.

Puisi Hari Ibu - Demi Cintaku [Fathur Rahman]

Demi Cintaku...
Oleh : Fathurrahman

Surgaku yang berada di bawah telapak kakinya
Jiwa ragaku dari buaian teremban berat dipundaknya
yang selalu berharap sesuatu yang terbaik untukku
yang penuh derai air mata jika melihatku sedih seperti ini

Dosakah aku Ibu...?
Kukasihi ku sayangi ku rindui ku cintai dirinya
Disaat yang sama ku luluh lantah hanya karena dilupakan orang lain
mungkin ia bilang diriku bodoh jika tahu semua hal ini
disaat wanita pilihan yang kusayangi lebih memilih orang lain
atas nama cintaku padamu

Maafkan aku!!! Bunda...
Demi Cintaku...
Oleh : Fathurrahman

Surgaku yang berada di bawah telapak kakinya
Jiwa ragaku dari buaian teremban berat dipundaknya
yang selalu berharap sesuatu yang terbaik untukku
yang penuh derai air mata jika melihatku sedih seperti ini

Dosakah aku Ibu...?
Kukasihi ku sayangi ku rindui ku cintai dirinya
Disaat yang sama ku luluh lantah hanya karena dilupakan orang lain
mungkin ia bilang diriku bodoh jika tahu semua hal ini
disaat wanita pilihan yang kusayangi lebih memilih orang lain
atas nama cintaku padamu

Maafkan aku!!! Bunda...

Puisi Selamat Hari Ibu [Fatkuryati]

 Laksana Cintamu
Oleh : Fatkuryati

Ibu..
Jika aku bisa menjelma menjadi angin
lantas kau dapat merasakan kesejukan itu
akan aku lakukan itu untukmu..
aku tak tahu akan seberapa berharganya hidupku tanpamu..
karena yang ku tahu..
kau mampu membuat cinta ini semakin besar..
kau'tlah banyak berjuang untukku.. untuk nafasku..
kalaupun aku bisa menciptakan sedikit senyuman itu..
mungkin itu tak akan pernah sebanding dengan apa yang kau lakukan untuk hidupku..
aku selalu berharap.. tuhan tak pernah ambil senyuman itu darimu..

Percayalah..
aku mencintaimu dengan hati..
dengan hati yang tak dapat aku sematkan pada wanita selainmu
dan aku menyayangimu dengan nada..
dengan nada yang tak bisa ku harmonikan pada yang lain..
 Laksana Cintamu
Oleh : Fatkuryati

Ibu..
Jika aku bisa menjelma menjadi angin
lantas kau dapat merasakan kesejukan itu
akan aku lakukan itu untukmu..
aku tak tahu akan seberapa berharganya hidupku tanpamu..
karena yang ku tahu..
kau mampu membuat cinta ini semakin besar..
kau'tlah banyak berjuang untukku.. untuk nafasku..
kalaupun aku bisa menciptakan sedikit senyuman itu..
mungkin itu tak akan pernah sebanding dengan apa yang kau lakukan untuk hidupku..
aku selalu berharap.. tuhan tak pernah ambil senyuman itu darimu..

Percayalah..
aku mencintaimu dengan hati..
dengan hati yang tak dapat aku sematkan pada wanita selainmu
dan aku menyayangimu dengan nada..
dengan nada yang tak bisa ku harmonikan pada yang lain..

Akrab dengan Sahabat Baru

Farish-Net. Belakangan kita lagi dekat banget sama sobat yang satu ini. Meskipun menemukan banyak kecocokan, tetap saja ada beberapa hal yang mesti kita sesuaikan sama si sobat. Maklum namanya juga baru kenal. Ini dia beberapa tip biar sobatan kita dan si sobat baru makin lancar.

Cocokkan tipe sahabat
Nggak semua sahabat punya tipe sobatan yang sama dengan kita. Makanya, biar nggak terjadi benturan, kita mesti mengenali tipe sobatan si sobat baru dan kemudian menyesuaikan diri. Kalau si sobat suka tipe sobatan yang selalu berdua-dua, kita mesti lebih hati-hati kalau mengajak orang lain gabung pas lagi jalan bareng. Sebaliknya kalau dia tipe yang suka beramai-ramai, sebaiknya kita mengajak banyak teman supaya lebih ramai waktu nongkrong bareng dia.

Kenali kebiasaan jelek
Salah satu langkah tepat buat lebih saling mengenal si sobat baru adalah dengan mengetahui kebiasaan dan sifat jeleknya. Cara yang paling ampuh adalah menghabiskan banyak waktu dengan dia. Dengan begitu, kita jadi tahu kalau misalnya dia suka berbelanja atau dia gampang ngambek kalau ngomongin soal berat badannya.

Tunjukkan dirimu
Untuk lebih akrab sama si sobat baru, kita nggak cuma harus mengenal dia dan menyesuaikan diri sama dia. Tapi, kita juga mesti membuka diri. Biarkan dia mengenal siapa kita sebenarnya. Jadi, nggak usah ragu buat menunjukkan dirimu. Misalnya kalau kamu memang suka makan di pinggiran, nggak perlu malu atau pun ragu buat mengajak dia kenal salah satu kebiasaanmu.
Farish-Net. Belakangan kita lagi dekat banget sama sobat yang satu ini. Meskipun menemukan banyak kecocokan, tetap saja ada beberapa hal yang mesti kita sesuaikan sama si sobat. Maklum namanya juga baru kenal. Ini dia beberapa tip biar sobatan kita dan si sobat baru makin lancar.

Cocokkan tipe sahabat
Nggak semua sahabat punya tipe sobatan yang sama dengan kita. Makanya, biar nggak terjadi benturan, kita mesti mengenali tipe sobatan si sobat baru dan kemudian menyesuaikan diri. Kalau si sobat suka tipe sobatan yang selalu berdua-dua, kita mesti lebih hati-hati kalau mengajak orang lain gabung pas lagi jalan bareng. Sebaliknya kalau dia tipe yang suka beramai-ramai, sebaiknya kita mengajak banyak teman supaya lebih ramai waktu nongkrong bareng dia.

Kenali kebiasaan jelek
Salah satu langkah tepat buat lebih saling mengenal si sobat baru adalah dengan mengetahui kebiasaan dan sifat jeleknya. Cara yang paling ampuh adalah menghabiskan banyak waktu dengan dia. Dengan begitu, kita jadi tahu kalau misalnya dia suka berbelanja atau dia gampang ngambek kalau ngomongin soal berat badannya.

Tunjukkan dirimu
Untuk lebih akrab sama si sobat baru, kita nggak cuma harus mengenal dia dan menyesuaikan diri sama dia. Tapi, kita juga mesti membuka diri. Biarkan dia mengenal siapa kita sebenarnya. Jadi, nggak usah ragu buat menunjukkan dirimu. Misalnya kalau kamu memang suka makan di pinggiran, nggak perlu malu atau pun ragu buat mengajak dia kenal salah satu kebiasaanmu.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Segala yang Baik dari Ilmu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger